Senin, 25 Juni 2018

Kalbar dapat bantuan tiga mobil perpustakaan keliling

Written by  Published in Potret Pendidikan Senin, 06 November 2017 14:03
Rate this item
(0 votes)

Pontianak  - Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan bantuan tiga mobil perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional RI, dimana mobil tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

"Tahun ini kita mendapatkan bantuan tiga mobil perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional, dimana bantuan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Pusat terhadap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalbar," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Ignasius IK, di Pontianak, Senin.

Dia mengatakan, 3 buah mobil unit kendaraan operasional Perpustakaan keliling yakni untuk perpustakaan Povinsi Kalimantan Barat, Perpustakaan Kabupaten Kapuas Hulu dan Perpustakaan Kabupaten Sanggau.

"Terkait upaya kita untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat khususnya Kalbar, kita akan terus mendorong percepatan peningkatan angka minat baca masyarakat yang saat ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat dari provinsi lain di Indonesia," tuturnya.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya membantu mempersiapkan generasi muda yang lebih cerdas kreatif dan memiliki kemampuan inovasi di masa mendatang, serta dalam rangka untuk membantu mempertemukan pihak yang terlibat dalam dunia literasi, yaitu antara penulis, penerbit dan pembaca dalam satu wadah.

Ignatius menambahkan, pada kegiatan Book Fair yang dilaksanakan pihaknya belum lama ini, didalamnya juga diselenggarakan pameran buku, dan seminar membangun minat baca sejak usia sekolah dengan menghadirkan pembicara seorang Neuroscienntist, Dr. Fikri Suadu, MSc yang dihadiri sebanyak 200 peserta dari kalangan guru dari kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Pada kegiatan itu juga dirangkaikan dengan peluncuran i-Library, yakni pelayanan buku digital (e-Book) Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat yang bekerja sama dengan PT. Woolu Aksara Maya.

"Kegiatan Book Fair itu merupakan kegiatan non-komersial, dan pemerintah hanya fokus pada satu tujuan, yakni meningkatkan kecintaan masayarakat pada buku yang tentunya akan sangat berkaitan secara langsung dengan peningkatan minat baca dan budaya literasi, khususnya di Kalimantan Barat," katanya.

Menurutnya, masih banyak hal-hal unik serta sejarah Kalimantan Barat yang belum dikenal luas oleh masyarakat, dan ada baiknya jika sejarah, cerita rakyat dan hal-hal unik tersebut dapat ditulis dan terbitkan dalam bentuk buku.

"Saya yakin bahwa tidak kurang para penulis yang ada di daerah mampu menyusun tulisan tentang Kalimantan Barat, hanya saja selama ini belum terkoneksikan dengan perusahaan penerbitan," tuturnya.

Dia berharap, kedepan, akan terus tumbuh penulis-penulis lokal dan terus menulis dan berkarya, sehingga pihaknya akan hadir guna mendorong budaya literasi masyarakat. (ANTARA News)

Read 163 times